January 8, 2021 By valoralamor.com 0

UI serta Telkom University Bekerjasama Kembangkan Sistem Otomatisasi Dunia Perbankan

Mahasiswa Fakultas Metode Universitas Indonesia( FTUI) serta Telkom University yang tergabung dalam Regu Blue Navy bekerjasama meningkatkan terobosan baru dalam dunia perbankan.

Regu ini membuat suatu sistem yang sanggup melaksanakan proses rekonsiliasi transaksi pihak ketiga di dunia perbankan.

Sistem karya mahasiswa tersebut rencananya hendak diadopsi salah satu bank ternama di Indonesia.

Regu Blue Navy terdiri atas Adi Januardi( Lulusan Metode Elektro FTUI 2012), Hamdi Hidayat( Mahasiswa Metode Elektro FTUI 2017), serta Norma Irkham Maulana( Mahasiswa Metode Elektro Telkom University 2016) Telkom University .

Sistem yang mereka kembangkan sukses mencapai juara 2 dalam ajang kompetisi ICStar Hackathon 2020, yang finalnya berlangsung pada 2 September 2020.

Hamdi berkata, sistem yang kami kembangkan ialah sistem berbasis Robotic Process Automation( RPA).

Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh permintaan pasar terhadap kenaikan kecepatan servis jasa serta mutu produk yang terus meningkat pada masa Industri 4. 0.

” Perihal ini mendesak banyak industri di segala dunia buat bertransformasi secara digital dengan melaksanakan proses otomatisasi. Sistem RPA sendiri masih belum banyak diketahui ataupun digunakan di Indonesia,” kata Hamdi dalam penjelasan tertulis, Kamis( 10/ 9/ 2020).

Proses rekonsiliasi transaksi pihak ketiga pada dasarnya dicoba buat membukukan informasi transaksi yang memakai kartu debit ataupun kredit dari suatu bank yang mengenakan layanan bonus dari pihak ketiga.

Baca Juga : Membumbui Kaos Lengan Panjang Anda yang Membosankan

Pembukuan ini difungsikan buat berikan ketahui apabila terdapat kesalahan pencatatan hasil transaksi dari pihak ketiga ataupun bank tersebut.

Sistem otomatisasi ini sanggup memencet proses jadi lebih ringkas serta memencet tingkatan error.

Adi menururkan, saat sebelum dicoba otomatisasi, proses ini umumnya bisa memakan waktu rata- rata 2 jam tiap hari serta masih terdapat probabilitas kesalahan penginputan informasi menggapai 40 persen saat sebelum laporan rekonsiliasi direview.